Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Januari 2018

Soto Solo; Murah dan Mengenyangkan



Hujan memaksa kami berteduh pagi itu, tepat di depan warung soto. Tak ada niat makan soto tadinya, tapi sepertinya enak juga hujan-hujan begini makan soto yang panas. Sip lah.

Kami masuk dan pesan dua porsi. Satu porsinya Rp. 6000. Waw murah sekali...
Begitu dihidangkan, dalam satu mangkok sudah ada nasinya ternyata. Sotonya bening, tak seperti di Banten, hehe.

Ibu mertua saya sering membuat soto untuk hidangan lebaran. Bahannya daging sapi atau ayam, dengan tambahan sayuran tauge, daun bawang dan seledri serta taburan bawang goreng. 

Bumbunya juga sederhana, hanya bawang putih, garam, daun jeruk dan serai. Alhamdulillah setelah kenyang sarapan soto, kami melanjutkan perjalanan...

Keesokan harinya diajak Bapak ke warung. Ini di luar prediksi, ternyata warungnya banyak berisi mbah-mbah alias aki-aki dan bapak-bapak yang sarapan sebelum pergi ke ladang. Fiuuhh.... Malu saya, emak-emak nyempil di warung mbah-mbah. Dan saya pesan soto lagi, dengan penampakan yang mirip dengan soto yang saya beli sebelumnya di tempat lain. 


Wedang Ronde



Kami baru saja selesai solat Ashar, mendadak hujan turun. Jadilah kami duduk lagi di teras masjid Agung Karanganyar.
Saat cuaca begitu dingin karena hujan, wedang ronde menjadi teman yang sangat nikmat. Air jahe dengan kacang tanah, irisan kolang-kaling dan biji salak terasa manis dan gurih. Harganya murah, cuma Rp. 5000.

Wedang ronde ini menurut sejarahnya berasal dari tradisi Chinese yang menjadikan wedang ronde sebagai persembahan di upacara peribadahan mereka.

Sabtu, 16 Desember 2017

Jejorong & Teh Lemon; Surga Dunia


Jejorong. Kue khas Pandeglang, Banten. Rasanya manis dan gurih, perpaduan tepung beras, gula merah dan santan. Siapa yang bisa menolak?

Hari ini agenda silah ukhuwah ke rumah salah satu santriwati kami di Desa Tegal, kecamatan Cikedal, Pandeglang. Baru datang kami sudah disuguhi kue jejorong. Minumnya, teh lemon hangat. Hmmm....  Sungguh surga dunia yang tak terbantahkan. Menjadi obat lelah dan penat selama di perjalanan. 

Kata tuan rumah, jejorong ini terbuat dari tepung beras yang diuleni dengan santan lalu dikukus dengan irisan gula merah di bagian bawah bungkusan daun pisang, serta santan di bagian atasnya. Manisnya kerasa, gurihnya mantap. Apalagi, minum teh lemon. 


Nyummyyy saya sampai lupa habis berapa banyak, mungkin empat atau lima buah. Tehnya, habis tiga gelas. Benar-benar saya lupa bahwa makanan manis begini mungkin akan membuat diet saya gagal. Ah kapan sih saya ingat diet kalau sudah ketemu makanan? Paling-paling baru sadar kalau foto, hasilnya bulet-bulet di bagian pipi dan perut, barulah anak saya komentar "Makanya Ummu jangan makan banyak-banyak."

Hah? Dasar kamu kids zaman now, komentarnya gak pake filter apa?